https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/issue/feed Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik 2026-08-13T10:14:40+07:00 Dr. Ansel Mones, M.Pd anselmojata@gmail.com Open Journal Systems <p><a href="https://umjpapua.ac.id/">Jurnal</a> Penelitian Pendidikan Agama Katolik adalah jurnal nasional berbasis penelitian yang diterbitkan oleh organisasi profesi ilmiah untuk Pendidikan Agama Katolik, yakni Perkumpulan Perguruan Tinggi Agama Katolik Indonesia (PERPETAKI).</p> <p>Artikel-artikel yang dimuat merupakan konversi hasil penelitian di bidang ilmu Pendidikan Agama Katolik.</p> <p>Anggota dewan penyunting dan mitra bebestari berasal dari lebih daripada enam provinsi di Indonesia.</p> <p>Terbit 2 (dua) kali setahun (Maret dan September). Namun sejak tahun 2025, dikarenakan begitu banyak artikel yang masuk ke redaksi maka kami maningkatkan edisi terbitan menjadi 4 kali, yakni pada bulan januari, April, Juli dan Oktober.</p> <p>Artikel-artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.</p> <p><a href="https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/about/submissions">Pedoman bagi Penulis</a> (Author Guidelines) dapat ditemukan di <a href="https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/about/submissions">sini</a>.</p> <ul> <li class="show"><a href="https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/about/submissions">Pedoman bagi Penulis</a></li> <li class="show"><a href="https://drive.google.com/file/d/1g2vc2lZNggNEx33CxTrlIu3-MVqEfzAY/view?usp=sharing">Template Artikel</a></li> <li class="show"><a href="https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/submission/wizard">Kirim Naskah</a></li> </ul> <p><strong>Fokus dan Ruang Lingkup</strong></p> <p>JPPAK berupaya keras untuk menerbitkan artikel-artikel konversi penelitian berkualitas dalam rumpun Pendidikan dengan sub-rumpun Pendidikan Agama Katolik. Meskipun di awal-awalnya Jurnal ini mengakomodasi peneitian-penelitian nasional, tujuan akhir dari jurnal ini adalah menjadi jurnal internasional bereputasi di bidangnya.</p> <p>JPPAK mendukung pertukaran pengetahuan yang lebih luas dan terbuka. Karena itu, JPPAK memberikan akses gratis ke setiap artikel yang terpublikasi. Lebih jauh, penulis tidak perlu membayar untuk publikasi artikelnya. Kami menyambut baik artikel-artikel hasil penelitian dengan metode yang tepat dan hasil yang jelas. Setiap artikel akan di-<em>review</em> dengan prinsip <em>double blind peer review.</em></p> <p>Ruang Lingkup Jurnal ini adalah rumpun Pendidikan dengan sub-rumpun Pendidikan Agama Katolik. Jurnal ini bukan jurnal bunga rampai. Karena itu, artikel-artikel dalam jurnal harus berada dalam cakupan ini. Akan tetapi, adalah baik dan tepat apabila artikel membedah Sub-rumpun Pendidikan Agama Katolik ke arah yang lebih spesifik, misalnya: dalam konteks Kitab Hukum Kanonik, Kitab Suci, Pastoral, Liturgi, dan sebagainya.</p> <p> </p> https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/article/view/378 Peran Apersepsi dalam Membantu Kesiapan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Negeri 003 Tumbit Dayak 2026-01-05T08:20:45+07:00 Martina Nona Erlin martinanonae@gmail.com Simon Devung simondevung@gmail.com Nikolaus Anggal nikolausanggal@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk apersepsi yang digunakan, menganalisis cara guru menerapkannya, serta mengidentifikasi peran apersepsi dalam membantu kesiapan belajar siswa pada mata pelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti di SD Negeri 003 Tumbit Dayak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap siswa kelas IV, V, dan VI serta guru Agama Katolik, yang didukung oleh observasi pembelajaran dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan proses pengkodean, kategorisasi, dan tematisasi untuk menemukan pola dan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Agama Katolik secara konsisten menerapkan apersepsi pada awal pembelajaran. Bentuk apersepsi yang paling dominan digunakan adalah cerita, pertanyaan pemantik diskusi, dan ceramah singkat yang relevan dengan materi pelajaran. Meskipun terdapat keterbatasan waktu dan media pembelajaran, guru tetap berupaya menghubungkan pengalaman sehari-hari siswa dengan materi yang dipelajari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penerapan apersepsi terbukti memberikan dampak positif terhadap kesiapan mental dan emosional siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya fokus, antusiasme, dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa apersepsi berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pengetahuan awal dengan materi baru sehingga siswa lebih siap menerima dan memahami pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan strategi apersepsi yang kreatif dan memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia secara optimal. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa apersepsi dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kesiapan belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti di sekolah dasar.</p> 2026-08-13T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Martina Nona Erlin, Simon Devung, Nikolaus Anggal https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/article/view/443 Pembatalan (Anulasi) Pernikahan dalam Gereja Katolik karena Simulasi Kesepakatan Nikah (Simulatio Consensus): Tinjauan Yuridis Kanonik 2026-02-26T06:26:22+07:00 Krisma Natal Josepa Simbolon simbolonkrisma@gmail.com Yohanes Wilson B. Lena Meo elwinbei@gmail.com <p>Unsur penting yang menentukan validitas (keabsahan) pernikahan dalam Gereja Katolik adalah kesepakatan <em>(consensus) </em>dari pasangan tersebut yang diungkapkan secara sadar, bebas, dan jujur. Namun, dalam kenyataannya, masih sering terjadi simulasi kesepakatan <em>(simulatio consensus)</em> dan berdampak pada permintaan untuk proses anulasi (pembatalan). Meskipun sudah banyak kajian membahas konsensus pernikahan dalam hukum kanonik, belum banyak yang secara sistematis mengaitkan konsep <em>simulatio consensus,</em> baik total maupun parsial, dengan praktik tribunal dan implikasi pastoralnya. Melalui pendekatan yuridis normatif dengan metode kajian pustaka dan analisis atas Kitab Hukum Kanonik 1983 (Kan. 1055, 1057, dan 1101), tulisan ini mengkaji konsep simulasi kesepakatan nikah dalam kaitannya dengan keabsahan pernikahan dan proses pembatalannya (anulasi) serta cara norma‑norma tersebut berfungsi dalam menilai keabsahan suatu tindakan kehendak. Simulasi kesepakatan merupakan kepura-puraan dalam mengucapkan kesepakatan dalam pernikahan. Artinya, secara lahiriah dia menerima; namun secara batiniah, dia menolak, baik sebagian (parsial) maupun seluruh (total), hakekat, tujuan, dan sifat pernikahan tersebut. Kajian ini menunjukkan bahwa simulasi kesepakatan nikah bukan hanya merupakan persoalan internal intensi, tetapi sekaligus memiliki dampak nyata terhadap dinamika kehidupan pasangan, termasuk munculnya ketegangan relasional, ketidakselarasan tujuan hidup bersama, dan ketidak‑sejahteraan emosional yang sering berujung pada permohonan pembatalan pernikahan. Simulasi kesepakatan nikah menjadi salah satu faktor signifikan dalam proses <em>discernment</em> bagi tribunal Gerejawi untuk menilai nulitas suatu pernikahan. Kebaruan (<em>novelty</em>) penelitian ini terletak pada sintesis antara analisis yuridis-kanonik yang kaku dengan implikasi praktis-pastoral, yang memetakan bagaimana simulasi kehendak memengaruhi stabilitas hidup bersama secara konkret. Artikel ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai hakikat konsensus pernikahan dalam perspektif kanonik, memperlihatkan urgensi penilaian intensionalitas dalam penentuan validitas, serta menawarkan implikasi pastoral bagi para pelayan Gereja agar mampu merawat pasangan secara lebih bijaksana, mencegah terjadinya cacat konsensus, dan mendampingi mereka dalam mengatasi persoalan pernikahan yang terkait dengan integritas kehendak.</p> 2026-08-13T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Krisma Natal Josepa Simbolon, Yohanes Wilson B. Lena Meo https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/article/view/512 Credit Union Sauan Sibarrung sebagai Ruang Perjumpaan dalam Membangun Persaudaraan Ekumenis Antar Umat Katolik dan Berbagai Gereja Kristen di Toraja 2026-02-13T08:29:16+07:00 Yohanes Subali yohanessubali@gmail.com Huliandro Di’Almon Pan huliandroando03@gmail.com Benediktus Tangke Allo benediktudtangkeallo6@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Credit Union Sauan Sibarrung menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat relasi persaudaraan antara umat Katolik dan berbagai Gereja Kristen di Toraja. Fokus penelitian diarahkan pada pengalaman nyata para anggota dalam menjalani dinamika dialog kehidupan melalui kegiatan sosial-ekonomi yang mereka jalani bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Fenomenologis Interpretatif, melibatkan sebanyak seratus tiga puluh delapan responden yang memberikan jawaban melalui kuesioner serta wawancara terarah dan diperkaya dengan telaah pustaka dari dokumen Gereja dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Credit Union Sauan Sibarrung dipersepsikan sebagai lembaga yang inklusif, menerima keberagaman Gereja, serta mampu memfasilitasi kerja sama yang memperkuat kepercayaan, persaudaraan, dan penghargaan antaranggota. Nilai-nilai budaya Toraja seperti sikap berbagi, hidup bersaudara, dan kesetiaan dalam iman menjadi fondasi penting dalam membentuk atmosfir kebersamaan lintas Gereja. Pengalaman ekonomi bersama, pendidikan anggota, dan kegiatan pembinaan komunitas bukan hanya mendukung pemberdayaan sosial, tetapi juga menjadi bentuk ekumenisme akar rumput yang tumbuh secara organik dari perjumpaan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa Credit Union Sauan Sibarrung dapat dipahami sebagai model praksis ekumenis yang memadukan tata hidup budaya lokal, spiritualitas Kristiani, dan kerja sama sosial yang konkret.</p> 2026-08-13T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Yohanes Subali, Huliandro Di’Almon Pan, Benediktus Tangke Allo https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/article/view/518 Etika Kepemimpinan Biblis dalam Perspektif Teologi Politik pada Isu Geotermal Poco Leok 2026-01-16T10:54:25+07:00 Oktavianus Ronsianus Yopan rivan09yopan0597@gmail.com <p>Isu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Poco Leok, Nusa Tenggara Timur, telah menimbulkan gelombang protes dari masyarakat adat Poco Leok yang merasa hak-hak mereka diabaikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perpaduan antara etika kepemimpinan biblis dan teologi politik Johann Baptist Metz sebagai panduan dalam merespons ketegangan antara kepentingan pembangunan energi dan hak-hak masyarakat adat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis wacana teologis-kritis, penelitian ini membangun perpaduan antara model kepemimpinan pelayan (servant leadership), tradisi kenabian, dan doktrin <em> Imago Dei</em> dari perspektif biblis dengan lima konsep kunci Metz: memoria passionis, subjek solidaritas, fungsi profetis Gereja, narasi berbahaya, dan dimensi eskatologis. Hasil penelitian merumuskan empat pokok perpaduan: servant leadership biblis sebagai aktualisasi subjek solidaritas Metz; tradisi kenabian sebagai basis fungsi profetis Gereja; <em> Imago Dei</em> sebagai fondasi memoria passionis dalam konteks masyarakat adat; dan ekoteologi integral sebagai wujud kepemimpinan eskatologis yang bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perpaduan antara etika kepemimpinan biblis dan teologi politik Metz menghasilkan model kepemimpinan yang transformatif, profetis, dan berpihak kepada komunitas adat Poco Leok di Poco Leok</p> 2026-08-13T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Oktavianus Ronsianus Yopan https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/article/view/751 Menafsir Ulang Filsafat Hidup Batak Toba: Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon dalam Perspektif Teologi Yohanes dan Impilkasinya bagi Pendidikan Agama Katolik 2026-06-22T11:04:56+07:00 Roida Sihombing roidasihombing7@gmail.com Laurentius Prasetyo roidasihombing@gmail.com <p>Iman Kristiani selalu dihayati dalam dialog dengan konteks hidup konkret umat beriman, termasuk nilai-nilai budaya lokal yang membentuk cara pandang tentang makna hidup, keberhasilan, dan martabat manusia. Dalam konteks masyarakat Batak Toba, orientasi hidup secara tradisional dirumuskan dalam tiga nilai utama, yaitu <em>hamoraon, hagabeon</em>, dan <em>hasangapon</em>, yang berfungsi sebagai filsafat hidup sekaligus norma sosial. Nilai-nilai ini juga mempengaruhi cara peserta didik memahami hidup, keberhasilan, dan berkat dalam Pendidikan Agama Katolik. Namun, kajian teologis yang secara sistematis menafsir ulang ketiga nilai tersebut dalam terang teologi Yohanes masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menafsir ulang filsafat hidup Batak Toba: <em>hamoraon, hagabeon</em>, dan <em>hasangapon</em> dalam perspektif teologi Yohanes serta mengkaji implikasinya bagi Pendidikan Agama Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian teologis kontekstual berbasis studi kepustakaan, melalui dialog kritis antara nilai-nilai budaya Batak Toba dan tema-tema teologis kunci dalam Injil Yohanes, seperti hidup <em>(zoē)</em>, kelahiran baru, dan kemuliaan <em>(doxa).</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa Injil Yohanes tidak meniadakan nilai-nilai budaya Batak Toba, melainkan memurnikan dan mentransformasikannya. <em>Hamoraon</em> ditafsir ulang sebagai orientasi pada hidup yang berkelimpahan dalam relasi dengan Allah dan sesama; <em>hagabeon</em> dipahami sebagai panggilan pada keberlanjutan hidup dalam iman dan kelahiran dari Roh; dan <em>hasangapon</em> dimaknai sebagai martabat kristiani yang berakar pada kasih dan pengorbanan, bukan pada prestise sosial. Penafsiran ini memberikan kontribusi teologis dan pedagogis bagi pengembangan Pendidikan Agama Katolik yang kontekstual, kritis, dan setia pada Injil, khususnya dalam konteks budaya Batak Toba.</p> 2026-08-13T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Roida Sihombing, Laurentius Prasetyo https://jurnalppak.or.id/ojs/index.php/jppak/article/view/763 Analisis Semantik Doa Kawula Pitados pada Masyarakat Katolik Jawa Yogyakarta: Kajian Etnosemantik 2026-04-14T12:21:21+07:00 Juan Pius Pratomo piuspratomo26@gmail.com <p>Pemahaman semantik dan etnosemantik tentang doa <em>Kawula Pitados</em> dalam tradisi Katolik Jawa di Yogyakarta menjadi dasar penelitian ini. Doa ini adalah ekspresi iman dan representasi budaya religius masyarakat Jawa Katolik, terutama di Yogyakarta, yang menggabungkan elemen dari tradisi lokal, bahasa, dan teologi. Salah satu aspek baru dari penelitian ini adalah analisis mendalam menggunakan teori etnosemantik mengenai relasi kebahasaan dalam doa <em>Kawula Pitados</em> dengan Masyarakat Katolik Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan hubungan antara makna, interpretasi dan peran doa dalam membentuk identitas Katolik Jawa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan penyajian deskriptif. Penulis juga melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipatif dimana penulis ikut serta dalam peribadahan umat Katolik Jawa di Yogyakarta. Hasilnya adalah pemetaan makna semantik-teologis dan hubungan antara doa <em>Kawula Pitados</em> dan penghormatan kepada Yesus Kristus sebagai Sang Pencipta, tercerminkan pula dalam budaya Jawa <em>Mikul Duwur Mendhem Jero</em> yang berarti menjunjung tinggi, kebaikan, kehormatan sesorang yang dihargai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa doa <em>Kawula Pitados</em> mereflesikan integrasi iman Katolik universal dengan ekspresi religius Jawa, menghadirkan relasi K<em>awula-Gusti</em> sebagai simbol ketundukan sekaligus pengharapan eskatologis. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada analisis yang mendalam secara semantik dan etnosemantik pada doa <em>Kawula Pitados</em> dengan bahasa Jawa yang belum banyak atau sangat sedikit dikaji sebelumnya. Diharapakan kajian mengenai analisis semantik perlu dipadukan dengan etnosemantik untuk memahami teks religius secara utuh, sehingga dapat memberikan sumbangsih pada pengembangan kajian linguistik budaya yang lebih konstektual. Penelitian ini juga berimplikasi pada bidang pendidikan dan pastoral, yakni sebagai rujukan dalam pembinaan iman umat Katolik Jawa agar lebih konstektual, reflekitf, dan berakar pada budaya setempat.</p> 2026-08-13T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 Juan Pius Pratomo