Petunjuk Penulisan

KETENTUAN UMUM PENULISAN

Artikel dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan:

  • Mengikuti template artikel;

  • jumlah kata: 3.000-6.000 meliputi abstrak, isi, catatan akhir, dan daftar pustaka;

  • total jumlah tabel, gambar, dan diagram tidak boleh melebihi sepuluh;

  • jumlah referensi atau daftar pustaka harus ada sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dan tidak boleh melebihi 50 (lima puluh), dengan komposisi 80% referensi berasal dari artikel jurnal ilmiah dan 20% dari buku atau sumber lainnya;

  • gaya selingkung (citation style): APA; wajib menggunakan salah satu asisten riset: mendeley atau zotero atau endnote. Rekomendasi: mendeley;

  • diunggah dalam bentuk .doc atau .docx dengan besar file tidak melebihi 16 mb.

Artikel berbahasa Indonesia harus mengikuti kaidah dalam EYD V.

Format kertas: A4.

Jenis font: arial; ukuran: 11 pt; spasi 1,5 pt; jenis font dan spasi juga untuk tabel dan diagram;

Artikel tidak pernah dipublikasi di tempat/media lain dan tidak mengandung unsur plagiarisme. JPPAK menggunakan aplikasi TURNITIN untuk melakukan pengecekan plagiarisme.

SUBSTANSI ARTIKEL

Kepioniran (orisinalitas). Jurnal ini berbasis penelitian. Harus ada kemutakhiran (novelty) baik dari segi objek penelitian, pendekatan, metode, serta temuan sesuai bidang ilmu yang bersangkutan.

Sumbangan bagi Kemajuan Ilmu. Setiap riset diarahkan kepada RISPRO (Riset Produktif), artinya memiliki dampak positif dalam perkembangan ilmu pengetahuan, penyelesaian masalah (problem solving).

Nisbah (ratio) Pustaka Acuan Primer terhadap Pustaka Acuan Lainnya. Penulis harus memilih sumber referensi yang berbobot dan sahih (merupakan hasil penelitian yang bermutu) berkaitan dengan tema artikel yang ditulisnya. Pustaka Acuan Primer meliputi artikel di jurnal ilmiah, prosiding, disertasi, tesis, monograf, buku, dan lain-lain yang merupakan hasil penelitian langsung. Pustaka Acuan Lainnya diusahakan tidak melebihi 50 persen dari jumlah Pustaka Acuan Primer. Selain itu, untuk menjamin orisinalitas dan kewibawaan artikel, 80 persen dari referensi mesti dari artikel yang diterbitkan di jurnal ilmiah.

Derajat Kemutakhiran Pustaka Acuan. Selain berbobot, derajat kemutakhiran Pustaka Acuan juga harus diperhatikan. Derajat kemutakhiran ini diukur dengan melihat proporsi terbitan 10 tahun terakhir. Untuk bidang-bidang ilmu Pendidikan Agama Katolik tertentu, seperti Hukum Gereja, Liturgi, Teologi Dogmatis, dan lain-lain, karya-karya Klasik dan dokumen-dokumen Magisterium yang relevan tetap dapat dipakai dan tidak masuk di dalam penilaian Derajat Kemutakhiran. Usahakan untuk tidak melakukan Pengacuan pada tulisan sendiri (self-citation).

Analisis dan Sintesis. Ketajaman analisis dan sintesis diukur dari ketajaman deskripsi temuan (kemutakhiran) karya, perbandingan tajam dan kritis atas gagasan dan teori sebelumnya, entah itu merupakan koreksi ataupun peneguhan atas temuan-temuan sebelumnya.

Penyimpulan. Perlu ada penarikan simpulan yang tajam, akurat, dan mendalam. Temuan baru dapat berupa: teori, rumus, postulat, metode, kaidah, purwarupa (prototipe), atau yang setara. Simpulan harus dapat dipertanggungjawabkan dengan data valid yang cukup.

Artikel hasil penelitian yang memiliki konsekuensi etis yang besar, mesti menyertakan nihil obstat dari Magisterium.

GAYA PENULISAN

Penentuan Judul

Penentuan Judul. Judul ditentukan tidak terlalu panjang serta harus mencerminkan inti dari tulisan, lugas, informatif, spesifik, dan efektif dalam merepresentasikan seluruh tulisan.

Pencantuman Nama Penulis dan Lembaga Penulis

Pencantuman Nama Penulis dan Lembaga Penulis. Nama (para) penulis harus ditulis tanpa kualifikasi dan jabatan akademik serta pangkat. Harus disertakan alamat fisik lembaga penulis serta alamat elektronik setiap penulis. Alamat fisik institusi atau lembaga penulis meliputi: Nama Lembaga, Alamat, Nama Negara/Provinsi, dan Kode Pos). Institusi dari luar negeri tidak boleh diterjemahkan dan harus ditulis sesuai nama resminya, misalnya: Universiteit Leiden, Rapenburg 70, 2311 EZ Leiden, Netherlands.

Abstrak

Abstrak harus ditulis dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Abstrak artikel jurnal harus jelas, ringkas, tetapi sekaligus lengkap menggambarkan esensi dari seluruh artikel. Ia harus memiliki setidak-tidaknya: tujuan penelitian, penjelasan singkat mengenai metode, dan temuan penting penelitian. Abstrak terdiri dari 200-300 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Abstrak bukanlah ringkasan dan tidak merupakan kutipan langsung dari bagian artikel. Di dalam abstrak tidak boleh disertakan gambar, tabel, referensi, dan rumus. Tidak boleh ada singkatan dalam abstrak. Abstrak harus dilengkapi beberapa kata kunci. Untuk kata kunci perlu dipilih kata-kata yang benar-benar mencerminkan gagasan penting dan isi artikel terkait. Usahakan menggunakan kata-kata populer sehingga mudah ditemukan oleh rekan-rekan akademisi yang mencari tulisan sesuai bidang ilmunya dengan tema yang bersangkutan. Sangat baik disertakan juga kata kunci untuk bidang ilmu spesifik serta metode penelitian yang dilakukan. Abstrak ditulis dengan menggunakan font Arial ukuran 10, spasi 1.0

Kata Kunci

Kata kunci. Perlu dipilih kata-kata yang benar-benar mencerminkan gagasan penting dan isi artikel terkait. Usahakan menggunakan kata-kata populer sehingga mudah ditemukan oleh rekan-rekan akademisi yang mencari tulisan sesuai bidang ilmunya dengan tema yang bersangkutan. Sangat baik disertakan juga kata kunci untuk bidang ilmu spesifik serta metode penelitian yang dilakukan.

SISTEMATIKA PENULISAN ARTIKEL

I. PENDAHULUAN

Pendahuluan ditulis dengan Font Arial, ukuran 11, spasi 1.5. Di dalam bagian pendahuluan ini penulis atau peneliti harus mampu menjelaskan secara ringkas mengenai latar belakang, rumusan permasalahan, dan tujuan penelitian.

II. METODE PENELITIAN

Metode penelitan perlu dijelaskan secara komprehensif, disertai dengan analisis kelebihan dan kekurangannya dikaitkan dengan penelitian yang dilakukan.

III. (DI SINI JUDULNYA DITULIS SESUAI DENGAN TEMA HASIL PENELITIAN)

Isi penelitian dapat terdiri dari beberapa bagian dengan masing-masing judul sesuai tema. Di dalam masing-masing bagian harus diuraikan secara sistematis dan kongruen proses penelitian sampai menghasilkan temuan hasil. Jumlah minimal kata meliputi abstrak, isi, catatan kaki, dan daftar pustaka adalah 3.000-6.000.

IV. DISKUSI

Pada bagian ini berisi diskusi atas hasil temuan penelitian dengan segala tema yang belum sempat dielaborasi beserta pro dan kontranya serta usulan atau saran pengembangan ke depan atas tema-tema tersebut.

V. DEKLARASI KEPENTINGAN

(ditulis apa adanya) Penelitian ini dilakukan demi perkembangan ilmu pengetahuan. Tidak ada konflik kepentingan maupun finansial dalam seluruh proses penelitian ini.

VI. PENDANAAN

Sebutkan sumber dana dari penelitian ini, baik secara mandiri dan/atau institusi, baik dari internal institusi dan/atau dari pihak luar.

VII. PENUTUP

Berisi pengakuan dan terima kasih atas pihak-pihak yang berjasa dalam penelitian. Usahakan sesingkat mungkin.

VIII. REFERENSI

Disusun secara otomotis oleh alat bantu riset: Mendeley atau Zotero atau Endnote menurut kaidah APA. Dalam setiap referensi harus dicantumkan DOI-nya, apabila ada. Setiap artikel harus memiliki setidak-tidaknya 20 (dua puluh) referensi dengan rasio 80 (delapan puluh) persennya dari jurnal ilmiah. Referensi tidak boleh melebihi 50 (lima puluh). Referensi dari situs internet tidak diizinkan, kecuali menyangkut berita-berita penting (bukan opini) yang esensial untuk mempertajam isi artikel. Untuk sitasi situs tidak perlu mencantumkan keseluruhan url-nya. Setelah nama pengarang dan judul, cukup dicantumkan url utamanya, kemudian langsung diikuti tanggal akses dalam kurung.

TABEL, GAMBAR, DAN DIAGRAM

Tabel, gambar, atau diagram sedapat mungkin ditempatkan di posisi atas pada halaman yang bersangkutan. Apabila dalam satu halaman ada dua tabel atau gambar, mereka diposisikan berdampingan kiri-kanan atau atas-bawah.

Untuk gambar diperlukan gambar yang jelas dengan resolusi memadai untuk cetak (best for printing). Untuk pengecekan di MS Word, gambar diklik dua kali. Lalu, di bagian format picture, pilih menu compress, dengan pilihan picture quality: best for printing (220 dpi).

Untuk diagram, tidak perlu menggunakan efek khusus. Cukup menggunakan diagram sederhana dan jelas. Contoh diagram yang baik untuk artikel jurnal:

PENGACUAN PUSTAKA DAN PENGUTIPAN

Sistem Pengacuan Pustaka dan Pengutipan. Sistem Pengacuan Pustakan dan Pengutipan menggunakan kaidah selingkung APA (American Psychology Assosiation) dibantu dengan aplikasi sitasi dan referensi Mendeley atau Zotero atau Endnote.

Penyusunan Daftar Pustaka. Disusun secara otomotis oleh alat bantu riset: Mendeley atau Zotero atau Endnote menurut kaidah APA. Dalam setiap referensi harus dicantumkan DOI-nya, apabila ada. Setiap artikel harus memiliki setidak-tidaknya 20 (dua puluh) referensi dengan rasio 80 (delapan puluh) persennya dari jurnal ilmiah. Referensi tidak boleh melebihi 50 (lima puluh). Referensi dari situs internet tidak diizinkan, kecuali menyangkut berita-berita penting (bukan opini) yang esensial untuk mempertajam isi artikel. Untuk sitasi situs tidak perlu mencantumkan keseluruhan url-nya. Setelah nama pengarang dan judul, cukup dicantumkan url utamanya, kemudian langsung diikuti tanggal akses dalam kurung.

CATATAN AKHIR

Mengenai catatan kaki. Tidak diperkenankan untuk menulis catatan kaki. Catatan ditempatkan di akhir artikel sebagai catatan akhir, setelah referensi.

PENGGUNAAN ISTILAH DAN KEBAHASAAN

Penggunaan Istilah dan Kebahasaan. Untuk artikel berbahasa Indonesia harus mengikuti kaidah PUEBI. Untuk yang berbahasa Inggris harus mengikuti tata bahasa baku dan sudah melalui proofreading dari native speaker.