Martyria Digitalis sebagai Paradigma Baru Kesaksian Iman Katolik

Penulis

  • Patricius Neonnub Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

DOI:

https://doi.org/10.52110/jppak.v6i1.365

Kata Kunci:

martyria digitalis, pascakebenaran, kesaksian iman, teologi komunikasi, literasi digital

Abstrak

Era pascakebenaran ditandai oleh krisis epistemologis yang dipicu oleh disinformasi digital, manipulasi emosional, dan melemahnya otoritas kebenaran dalam ruang publik. Dalam situasi ini, kesaksian iman Kristen—khususnya dalam tradisi Katolik—menghadapi tantangan mendasar dalam menyampaikan kebenaran Injil secara autentik dan dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan merumuskan paradigma teologis kesaksian iman yang relevan di era digital melalui analisis fenomena komunikasi digital kontemporer, narasi anti-Katolik, serta prinsip-prinsip sistematik mengenai martyria (kesaksian). Metode penelitian menggunakan kajian kualitatif berbasis studi literatur teologi dan refleksi kritis atas praktik kesaksian digital saat ini. Hasil penelitian menawarkan konsep Martyria Digitalis sebagai paradigma kesaksian iman yang mengintegrasikan keberanian epistemik, ketekunan membela kebenaran, kepekaan terhadap konstruksi naratif media, kerendahan hati komunikasional, dan konsistensi profetik dalam menghadapi kebohongan yang terstruktur. Kesimpulan menegaskan bahwa Martyria Digitalis memperkuat kemampuan Gereja untuk bersaksi secara kritis, kontekstual, dan transformatif di tengah budaya digital yang cair dan manipulatif. Implikasi penelitian mencakup urgensi formasi literasi digital dalam katekese, peningkatan kemampuan discernment media, serta strategi komunikasi Gereja yang berakar pada kebenaran, belas kasih, dan tanggung jawab publik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Telah diserahkan

2025-07-15

##submissions.accepted##

2025-11-16

Diterbitkan

2026-02-05

Cara Mengutip

Neonnub, P. (2026). Martyria Digitalis sebagai Paradigma Baru Kesaksian Iman Katolik . Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 6(1), 28-46. https://doi.org/10.52110/jppak.v6i1.365