Liturgi Kontekstual dalam Perspektif Sacrosanctum Concilium: Refleksi atas Inkulturasi Budaya Dayak di Barito Timur
DOI:
https://doi.org/10.52110/jppak.v6i2.398Kata Kunci:
Budaya Dayak, Inkulturasi, Liturgi Kontekstual, Sacrosanctum Concilium, TeologiAbstrak
Liturgi merupakan puncak dan sumber kehidupan Gereja Katolik. Dalam perayaan liturgi, umat Allah berpartisipasi dalam misteri Kristus yang wafat dan bangkit. Dalam konteks Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan budaya, Inkulturasi menjadi sarana yang sangat menjanjikan untuk lebih menghadirkan Kristus dengan corak Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis dan pastoral praktik inkulturasi dalam liturgi Gereja Katolik di Barito Timur dalam terang dokumen Sacrosanctum Concilium Konsili Vatikan II. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana budaya Dayak diintegrasikan dalam perayaan liturgi tanpa mengubah hakikat iman Katolik, serta bagaimana proses tersebut memperkaya pengalaman iman umat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan menelaah dokumen Gereja, literatur akademik, dan penelitian relevan terkait liturgi kontekstual dan inkulturasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sacrosanctum Concilium memberikan dasar teologis yang kuat bagi pembaruan liturgi dan keterbukaan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Inkulturasi liturgi di Barito Timur diwujudkan melalui penggunaan bahasa daerah, musik tradisional, simbol adat, dan arsitektur lokal dalam perayaan liturgi, yang memperdalam partisipasi umat serta memperkuat identitas iman mereka sebagai Katolik-Dayak. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya tantangan berupa risiko sinkretisme, pemahaman yang dangkal terhadap simbol budaya, serta perbedaan interpretasi antara umat dan pemimpin Gereja. Karena itu, diperlukan formasi liturgis dan dialog budaya yang berkelanjutan agar inkulturasi tidak sekadar bersifat estetis, tetapi benar-benar menjadi sarana evangelisasi dan perjumpaan dengan Kristus yang hadir dalam budaya Dayak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan katekese dan pastoral inkulturatif di Indonesia.
Unduhan
##submission.downloads##
Telah diserahkan
##submissions.accepted##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Marianus Rago Kristeno, Intansakti Pius X

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pernyataan tentang Hak Cipta dan Izin
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik (JPPAK) mengizinkan secara langsung akses terbuka atas seluruh isinya berdasarkan prinsip mau menjadikan riset-riset terbuka bagi umum, terutama insan cendekia, untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih cepat dan terbuka secara global. Jurnal ini mendorong semua penulis ilmiah untuk mengizinkan hasil riset mereka untuk tersedia secara terbuka, gratis, dan tanpa pembatasan waktu.
Semua artikel dipublikasikan secara Open Access sehingga secara serta-merta dan permanen menjadi gratis untuk dibaca dan diunggah semua orang. Namun, berdasarkan lisensi CC BY-SA 4.0, setiap penulis atau author tetap menjadi pemilik hak cipta dari artikel masing-masing, dengan tetap memberi izin bagi yang lain untuk menggunakan isi dari artikel yang bersangkutan dalam JPPAK secara sebagian atau seluruhnya asal disitasi secara benar. Para pengguna JPPAK diharuskan untuk mensitasi sumber asli dengan mencantumkan sekurang-kurangnya: judul lengkap artikel, nama lengkap pengarang(-pengarang), JPPAK sebagai nama jurnal yang mempublikasi artikel, tahun penulisan, dan nomor edisi, dengan menggunakan metode sitasi yang wajar.
Hak Cipta mencakup hak eksklusif untuk menggandakan dan mempublikasi artikel ybs. dalam segala bentuk media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, atau cara reproduksi yang lain, termasuk terjemahan. Segala bentuk reproduksi dari jurnal ini, sebagian ataupun keseluruhan, penyimpanannya dalam database, serta penyebaran fotokopi, hasil pindai, rekaman, media magnetik dalam segala bentuk media, baik elektronik, elektrostatik dan mekanis harus mengikuti ketentuan lisensi yang disebutkan di bawah ini.
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik (JPPAK) berlisensi Creative Commons Attribution Share-Alike 4.0 International. (CC BY-SA 4.0)
Setiap penulis yang mempublikasikan artikelnya dalam JPPAK setuju dan sepakat untuk mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
- Para penulis tetap memiliki Hak Cipta atas artikelnya, namun memberikan izin kepada JPPAK sebagai penerbit pertama dan pada waktu yang bersamaan meletakkannya di bawah lisensi Creative Commons Attribution Share-Alike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memberikan izin kepada yang lain untuk membagikan karya yanga bersangkutan dengan pengakuan karya penulis dan penerbitan pertamanya dalam jurnal ini.
- Para penulis diizinkan untuk mengadakan kontrak atau kesepakatan terpisah untuk suatu bentuk distribusi lain (misalnya, repositori institusi tertentu atau bagian dari buku tertentu), sejauh mencantumkan JPPAK sebagai tempat pertama publikasi.
- Para penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karyanya secara daring (misalnya, lewat repositori institusi atau situs masing-masing) Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) setelah publikasi dalam JPPAK, karena dengan demikian pertukaran dan perkembangan ilmu dapat terjadi secara lebih produktif. Demikian juga hal ini akan mendorong sitasi yang lebih awal dan lebih banyak (lih. The Effect of Open Access).









