Menafsir Ulang Filsafat Hidup Batak Toba: Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon dalam Perspektif Teologi Yohanes dan Impilkasinya bagi Pendidikan Agama Katolik
DOI:
https://doi.org/10.52110/jppak.v6i3.751Kata Kunci:
Teologi Yohanes, Filsafat Hidup Batak Toba, Hagabeon, Hasangapon, Pendidikan Agama KatolikAbstrak
Iman Kristiani selalu dihayati dalam dialog dengan konteks hidup konkret umat beriman, termasuk nilai-nilai budaya lokal yang membentuk cara pandang tentang makna hidup, keberhasilan, dan martabat manusia. Dalam konteks masyarakat Batak Toba, orientasi hidup secara tradisional dirumuskan dalam tiga nilai utama, yaitu hamoraon, hagabeon, dan hasangapon, yang berfungsi sebagai filsafat hidup sekaligus norma sosial. Nilai-nilai ini juga mempengaruhi cara peserta didik memahami hidup, keberhasilan, dan berkat dalam Pendidikan Agama Katolik. Namun, kajian teologis yang secara sistematis menafsir ulang ketiga nilai tersebut dalam terang teologi Yohanes masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menafsir ulang filsafat hidup Batak Toba: hamoraon, hagabeon, dan hasangapon dalam perspektif teologi Yohanes serta mengkaji implikasinya bagi Pendidikan Agama Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian teologis kontekstual berbasis studi kepustakaan, melalui dialog kritis antara nilai-nilai budaya Batak Toba dan tema-tema teologis kunci dalam Injil Yohanes, seperti hidup (zoē), kelahiran baru, dan kemuliaan (doxa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Injil Yohanes tidak meniadakan nilai-nilai budaya Batak Toba, melainkan memurnikan dan mentransformasikannya. Hamoraon ditafsir ulang sebagai orientasi pada hidup yang berkelimpahan dalam relasi dengan Allah dan sesama; hagabeon dipahami sebagai panggilan pada keberlanjutan hidup dalam iman dan kelahiran dari Roh; dan hasangapon dimaknai sebagai martabat kristiani yang berakar pada kasih dan pengorbanan, bukan pada prestise sosial. Penafsiran ini memberikan kontribusi teologis dan pedagogis bagi pengembangan Pendidikan Agama Katolik yang kontekstual, kritis, dan setia pada Injil, khususnya dalam konteks budaya Batak Toba.
Unduhan
##submission.downloads##
Telah diserahkan
##submissions.accepted##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Roida Sihombing, Laurentius Prasetyo

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pernyataan tentang Hak Cipta dan Izin
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik (JPPAK) mengizinkan secara langsung akses terbuka atas seluruh isinya berdasarkan prinsip mau menjadikan riset-riset terbuka bagi umum, terutama insan cendekia, untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih cepat dan terbuka secara global. Jurnal ini mendorong semua penulis ilmiah untuk mengizinkan hasil riset mereka untuk tersedia secara terbuka, gratis, dan tanpa pembatasan waktu.
Semua artikel dipublikasikan secara Open Access sehingga secara serta-merta dan permanen menjadi gratis untuk dibaca dan diunggah semua orang. Namun, berdasarkan lisensi CC BY-SA 4.0, setiap penulis atau author tetap menjadi pemilik hak cipta dari artikel masing-masing, dengan tetap memberi izin bagi yang lain untuk menggunakan isi dari artikel yang bersangkutan dalam JPPAK secara sebagian atau seluruhnya asal disitasi secara benar. Para pengguna JPPAK diharuskan untuk mensitasi sumber asli dengan mencantumkan sekurang-kurangnya: judul lengkap artikel, nama lengkap pengarang(-pengarang), JPPAK sebagai nama jurnal yang mempublikasi artikel, tahun penulisan, dan nomor edisi, dengan menggunakan metode sitasi yang wajar.
Hak Cipta mencakup hak eksklusif untuk menggandakan dan mempublikasi artikel ybs. dalam segala bentuk media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, atau cara reproduksi yang lain, termasuk terjemahan. Segala bentuk reproduksi dari jurnal ini, sebagian ataupun keseluruhan, penyimpanannya dalam database, serta penyebaran fotokopi, hasil pindai, rekaman, media magnetik dalam segala bentuk media, baik elektronik, elektrostatik dan mekanis harus mengikuti ketentuan lisensi yang disebutkan di bawah ini.
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik (JPPAK) berlisensi Creative Commons Attribution Share-Alike 4.0 International. (CC BY-SA 4.0)
Setiap penulis yang mempublikasikan artikelnya dalam JPPAK setuju dan sepakat untuk mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
- Para penulis tetap memiliki Hak Cipta atas artikelnya, namun memberikan izin kepada JPPAK sebagai penerbit pertama dan pada waktu yang bersamaan meletakkannya di bawah lisensi Creative Commons Attribution Share-Alike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memberikan izin kepada yang lain untuk membagikan karya yanga bersangkutan dengan pengakuan karya penulis dan penerbitan pertamanya dalam jurnal ini.
- Para penulis diizinkan untuk mengadakan kontrak atau kesepakatan terpisah untuk suatu bentuk distribusi lain (misalnya, repositori institusi tertentu atau bagian dari buku tertentu), sejauh mencantumkan JPPAK sebagai tempat pertama publikasi.
- Para penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karyanya secara daring (misalnya, lewat repositori institusi atau situs masing-masing) Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) setelah publikasi dalam JPPAK, karena dengan demikian pertukaran dan perkembangan ilmu dapat terjadi secara lebih produktif. Demikian juga hal ini akan mendorong sitasi yang lebih awal dan lebih banyak (lih. The Effect of Open Access).









